DIALOG "Ihwal pena dan secarik kertas"
"IHWAL PENA DAN SECARIK KERTAS"
*
Aku adalah sebuah pena
Yang telah mengarungi samudera
Mencari dirimu tambatan hati
Untuk menjadi pelengkap cinta sejati
#
Aku hanyalah secarik kertas
Berwarna pekat dan sulit untuk dihias
Karna kesendirian yang teramat menyiksa
Mencoba melupakan cinta yang terpatri dalam jiwa
*
Aku ingin bersemayam dalam ruang kalbu bersamamu
Bersatu mengukir sebuah rindu
Laksana terbang ke langit biru
Dan diatas nirwana ku memujamu
#
Kau terus mencoba untuk menembus
Tanpa menghiraukan lelah pun haus
Padahal aku hanyalah kertas yang tak halus
Yang membuat tintamu tak mampu menembus
*
Biarkanlah ...!!
Aku bahagia mengenalmu
Aku bahagia melihat senyummu
Meskipun aku sulit menembus
Aku tidak akan menjadi pupus
Dengarlah wahai secarik kertas
Aku lah getas dalam pemenuhan janji
Dan lemah ku patutlah di ketahui ...
#
Mengapa????
Mengapa kau masih saja keras kepala ?
Kau ini siapa ?
Aku hanyalah seorang buruk rupa
Namun masih saja kau cinta
Diluar sana , masih banyak kertas yang siap kau bubuhi
Menanti ukiran cinta yang akan kau gores dalam hati...
*
Tidak ... !!!!
Tujuanku hanyalah dirimu
Tujuanku bukanlah semu
Dan tujuanku adalah bersama mu...
Percayalah tanpa pernah kau sanksi
#
Baiklah ...
Mari kita ukir sebuah cerita
Menyatukan hati menuju bahtera
Agar ku tahu makna cinta
Yang bukan sekedar tutur kata
Yang bukan sekedar sebuah rasa
Dan yang bukan hanya pengorbanan raga
Jakarta
- Arum Subaningsih -
Komentar
Posting Komentar