SALAH
Ketika sebuah kesalahan,dibenarkan.
Ditambah dengan bumbu pembenaran
Maka itu sungguh menyakitkan
Dan entah mengapa tak mampu dilawan
Ketika sebuah kemauan
Terkalahkan oleh keadaan
Disanalah letak kemunafikan
Yang membuat semua menjadi berantakan
Jangan sekali - kali kau edarkan
Karena ini adalah sebuah kesalahan
Jakarta , 5 Februari 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
Terpisah oleh jarak
Suara memang dapat terdengar dan terjangkau
Namun fisik tak saling bertemu
Kemudian datanglah sang rindu
Yang membuat hati ku begitu pilu
Aku ini adalah insan yang sedang merindu
Yang terpisahkan oleh jarak dan waktu
Begitu mengoyak ketabahan seluas lautan biru
Namun aku selalu menantikan kehadiran mu
Selalu ku sebut nama mu dalam doa ku
Berharap kita dapat bertemu
Kemudian meluapkan semua rindu ini
Dan terobati siksa jarak yang di lalui
Cepatlah bertemu sayang ku
Cepatlah kembali kepada ku
Agar siksa rindu tak menggebu
Dan kita bahagia tanpa terhalang jarak dan waktu
Jakarta 10 Juni 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
Tercurah untuk Indonesia
Satu persatu semuanya telah menghilang
Tak terhitung jiwa yang telah gugur di medan perang
Para pahlawan yang selalu berjuang
Mereka pun telah pergi dan terkenang
Tetapi apakah kata merdeka masih dapat terucap
Atas apa yang telah tertancap
Padahal Soekarno telah membacakan proklamasi
Lantas mengapa masih saja banyak rumput yang tak mendapatkan hak asasi
Mungkin karena kami hanya seekor ikan teri di lautan
Kami hanya menjadi yang terkecil di rantai makanan
Sekedar berpasrah diri saat ikan besar memakan
Sehingga kesalahan para penguasa menjadi sebuah kebenaran
Akankah ketidakadilan akan runtuh ?
Atau justru akan semakin tumbuh ?
Tak usah teriba karna aku tak mengiba
Justru aku ingin kita semua menjadi satu
Untuk negeri kita
INDONESIA
Jakarta 25 Juni 2019
-Arum Subaningsih-
🖤🖤🖤
BINTANGKU
Semilir angin mulai menyapa ku
Tengadah menuju langit biru
Ada titik yang membuat ku terpukau
Menarik sebuah pandang yang tak semu
Sebabnya aku berusaha keluar dari ruang gelap
Yang selama ini membuatku nestapa dalam hidup
Aku ingin menuju titik terang
Yang berasal dari satu bintang
Ya,dia lah bintangku
Yang telah membawa sebuah cinta untuk ku
Yang telah membawa sebuah rindu untuk ku
Dan telah membawa kebahagiaan baru untuk ku
Bintangku,
Terus lah bersinar untuk semua
Terbarkan kebahagiaan kepada dunia
Untuk hari ini ,esok dan selamanya
karna kau tetap yang teristimewa
JULI ,2019
ARUM SUBANINGSIH
🖤🖤🖤
HUJAN KALA ITU
Hujan telah menghampiri bumi
Rinainya membias dalam diri
Rintik nya seakan menjadi melodi
Yang mengalun pada bilik hati
Gemericik rintik terdengar di telinga ku
Air yang menetes pun mulai membasahi ku
Semua mulai terasa dalam dekapan ku
Setelah kau pergi dan mendatangkan pilu
Kemudian dingin menusuk kedalam jiwa
Ikut membasahi ruang hampa
Yang membuat diriku terluka
Dan hanyut dalam sebuah rasa
Sampai kapan ini semua berakhir ?
Apakah ini suratan takdir ?
Karna namamu masih saja terukir
Dibalik rintik hujan yang mengalir
Sejujurnya aku mencintai hujan
Aku bahagia bila rintikan nya turun
Tapi mengapa hal itu tak bisa membuatku melupakan
Dirimu yang telah pergi meninggalkan
Apakah ini salah hujan?
Atau dirimu yang telah meninggalkan ?????
Entahlah,hanya doa yang dapat ku andalkan
Agar aku tenang mendapat sebuah kebahagiaan
Bekasi, 8 Juli 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
ANTARA KAU DAN SENJA
Aku sangat menyukai senja
Setiap aku memandangnya
Ada senyum yang hadir disana
Mengobati ku dari sebuah luka
Kau itu seperti senja,
Begitu indah dengan warna jingga
Dan bait ku masih sama,
Tentang keindahan kau dan senja
Tetapi,
Kau juga tak boleh seperti senja
Yang datang dan pergi dengan semaunya
Karena,
Ada hati yang harus kau jaga
Terbungkus indah dengan nama cinta
Aku akan setia menanti kedatangan mu
Seperti hal antara kau dan senja yang ku tunggu
Aku akan meluapkan segala rindu
Dan mengobati siksa jarak tanpa terbelenggu waktu
Jakarta ,26 Juli 2019
-Arum Subaningsih-
🖤🖤🖤
TERLUKA KEMBALI
Dalam secarik kertas ku tuang keluh kesah ku bersama pena
Aku tak tau apa yang sedang aku rasa
Sebuah kesedihan yang terus menerpa
Mencoba mengobati namun tak kunjung mereda
Aku terpukul oleh pilu
Aku terjatuh diruang sendu
Berkali kali bahkan membusuk dalam diri
Karena tertusuk ribuan belati
Apakah kata bahagia tak boleh ku genggam?
Apakah kata pilu harus selalu menjadi teman?
Aku pernah berteriak meminta pertolongan
Namun seseorang tak dapat memberikan tangan
Bahkan ia menjatuhkan ku pada lubang yang sama
Sehingga membuat ku semakin terperangkap
Hari ini, aku kembali menggores sebuah cerita dalam secarik kertas
Begitu tersiksa menyesakan tanpa bias
Menjatuhkan air mata bak ribuan rintik hujan yang turun ke bumi
Lekaslah gugur segala yang telah layu
Meski sepi hanya mampu menunda
tanpa mampu menyudahi
Dan tanpa mampu membahagiakan
Jakarta 23 Agustus 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
PENDUSTA KATA
Rajutan kata yang kau tata
Telah menipu jutaan mata
Aku juga telah kau buat terpesona
Dengan kata yang kau dusta
Alibi merajut kasih dalam kata
Namun kau malah sediakan beribu senjata
Untuk menjatuhkan para pembaca
Yang akan membuat dirimu semakin di puja
Hentikanlah!!!
Apa kau bahagia melakukannya?
Bagaimana jika kau malah di perkosa oleh kata?
Apa kau masih ingin menjadi pendusta kata?
Atau bahkan diam tak berdaya?
Jawab lah wahai pendusta!
Sadar lah kau wahai manusia pembodoh bangsa
Agar tak ada lagi korban masa
Yang kau lucuti dengan kata - kata
Jakarta , 26 Agustus 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
IHWAL KAMU DAN RASA
Ada sebuah nama yang mulai terpatri dalam dada
Mewarnai hari ku di setiap untaian kata
Memaksa bibir mengungkapkan rasa
Yang menjadikan mu jawaban atas segala doa
Perihal kamu..
Ini bukan sebatas kata suka
Ini bukan sebatas kata duka
Namun sebuah hal yang tak dapat di jelaskan
Seperti cahaya bintang di tengah terangnya rembulan
Rasanya,begitu erat memeluk ku mesra..
Membunuh segala duka dengan menjadikannya tawa
Walau,aku telah tertikam asmara dengan berulang kali
Namun tak membuat ku ragu akan rasa kali ini...
Ini ihwal kamu dan rasa ...
Yang ku tulis untuk mengungkapkan rasa
Karena aku mulai jatuh cinta
Kepada dirimu yang belum ku temui sebelumnya
Jakarta , 27 Agustus 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
MENANTI YANG TAK PASTI
Rasa ini mulai menggema
Sampai aku kembali terluka
karena sebuah tusukan belati
Yang membias dalam hati ini
Semua tentang bersama mu
yang mulai terkikis angin yang menderu
menyadarkan siapa diriku ini
yang tak mungkin mrnjadi pendamping hati
Aku tau,dirimu begitu indah bagai Surya
Memberi sejuta bahagia kepada dunia
terlalu bersinar dengan indah
Sampai aku buta dan kehilangan arah
Ya,aku memang di butakan oleh cinta mu
Yang hingga saat ini masih saja menanti mu
aku ingin kau sedikit membuka ruang hati
untuk diriku yang tak tau diri
Jakarta, 28 Agustus 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
DIBALIK SENYUMKU
Matahari terlihat begitu berseri
Mendung tak kunjung menghalangi
Rintik hujan tak datang menghampiri
Karena dirimu yang membuat ku jatuh hati
Akhirnya aku pun jatuh kepada dirimu
Yang rela berjuang,jatuh,bahkan terluka untukku
Kau yang terus berkata semua baik - baik saja
Dengan tiada kata tetapi dan tanpa raut lelah di wajahmu
Kini,aku tak merasa sendiri dalam keramaian
Aku pun telah siap menghadapi segala rintangan
Karna dirimu yang selalu menguatkan
Dan selalu hadir di balik senyuman
Jakarta,9 Desember 2019
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
RESAH
Aku berdiri di ujung ranting sebuah pohon
Berdampingan dengan daun yang berguguran
Merasakan sesak dari lubuk terdalam
Karena diri yang begitu kejam
Aku tau,
Aku bukan lautan yang mampu menyimpan kesedihan
Aku bukan angin yang mampu meluapkan kepedihan
Dan aku,
Bukan lah rumput yang bisa bergerak nan rupawan
Aku ingin menyudahi semua ini, rasanya
Tak ada yang dapat ku jangkau, karenanya
Banyak orang yang tersakiti, karena ku
Dan aku tak bisa memaafkan diriku,
Ucapku, begitu.
Jakarta , 4 Juni 2020
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
SEBUAH SUARA
(Teruntuk bapak Novel Baswedan)
Aku berdiri di negeri yang katanya merdeka
Mencoba menyuarakan sebuah problematika
Dari kabar duka si satu mata
Yang ku dapatkan dari sebuah media
Apa ini negeri makmur sejahtera ?
Apa ini yang dimaksud dari sila ke- lima ?
Apa ini kah Indonesia ?
Sadar !!!
Wahai sadarlah !
Sebelum alam yang akan menjawabnya .
Jakarta ,10 Juni 2020
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
" PENYAIR "
Apa salah seorang penyair ?
Ia hanya menulis bagai air yang mengalir
Menuangkan segenap rasa tanpa tipu daya.
Penyair hanyalah manusia biasa,
Terkadang memang tak mampu berbicara
Namun jangan salah, ia pandai merajut kata
Menata bahasa dan mengganti cara berbicara
Melalui goresan dari sebuah tulisan?
Ya, dia lah penyair.
Bekasi , 1 Agustus 2020
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
" Corona "
Bermula dari kota Wuhan, kini wabah datang ke seluruh dunia
Mengubah kebiasaan umat manusia,menjadi hampa tak bersuara
Berbulan - bulan manusia harus sengsara
Merasakan kelaparan hingga kehilangan pekerjaan.
Bahkan,mereka yang sibuk melawan di garda terdepan
Ikut merasakan kehilangan yang amat mendalam
Sudah banyak air mata berjatuhan, namun ini tak kunjung usai
Sudah banyak sekali korban berguguran, namun tak jua ada solusi
Bagaimana ini semua akan berakhir dengan aman ?
Jika tak ada kehendak Tuhan ?
Ini semua tak ada yang kebetulan
Mari kita merenung memohon ampunan
Agar bumi lebih tenang dan kembali aman
Bekasi, 5 Agustus 2020
Arum Subaningsih
🖤🖤🖤
" TRISWANTO "
Tentang mu adalah sebuah pelajaran
Merajut kasih dari kisah sebuah perjalanan
Berbentuk anak desa yang mempunyai sebuah impian
Dengan tegar terus berusaha melawan kesedihan
Mungkin kisah mu begitu menyedihkan
Mungkin tentang mu, sungguh teramat melelahkan
Namun dirimu tak bisa membiarkan itu menjadi beban
Maka dirimu menghadapinya berbalut candaan
Hati mu yang tulus, ikhlas dan tabah
Adalah kunci dari senyum yang indah
Dalam tiap detik,hari,bahkan tahunnya
Itu akan membuat semua orang terpanah
Dan tentang mu,
Adalah pelajaran paling indah dalam kehidupan
Teruslah berbuat baik dan tebar kebahagiaan
Agar semua orang mengerti akan kesetiaan
Serta bersyukur kepada Tuhan.
Bekasi , 3 September 2020
- Arum Subaningsih -
🖤🖤🖤
Terimakasih 🙏
BalasHapus